Tahu kan cara memberantas virus LaGiBeTe? Yes, Ngaji obatnya! Tinggal satu lagi nih masalahnya, gimana kalo udah dinasihatin nggak mempan juga, disuruh bertaubat nggak mau, apalagi di suruh ngaji masih ogah, ya Islam punya aturan untuk membereskan masalah beginian. Kalo nggak? Kamu bisa lihat sekarang malah sepertinya mendapat tempat karena memang dibebaskan oleh negara yang menganut sistem liberal ini. Mengerikan banget lho, soalnya bisa menular. Sungguh miris nih guys, system demokrasi yang menjadi pujaan banyak orang di dunia justru memberikan ruang gerak yang luas bagi kaum ini. Populasi kaum homo dan lesbian malah tumbuh subur. Jadi jangan kaget, di negeri yang konon katanya menjunjung tinggi budaya Timur ini malah kebobolan juga. Itu sebabnya, hal yang kudu dilakuin untuk ‘membereskan’ masalah penyimpangan ini adalah dengan mengubah lingkungan. Alih-alih mengatur kehidupan bermasyarakat dan berne¬gara, eh malah memberikan kebebasan untuk ber¬buat seperti itu. Di sinilah letak rusaknya system kapitalisme yang memangber¬akidah sekuler-liberal ini. Lingkungan dalam sistem kehidupan seperti inilah yang turut berkontribusi lahirnya budaya kaum homo dan lesbi (termasuk biseksual dan transgender) sekaligus melestarikannya. Ada-ada aja, yang ginian malah dilestariin, salah tempat tauuu!
Oya, bro en sis ada juga nih kutipan menarik dari seorang Pimpinan ar- Rahman Qur’anic Learning (AQL) Center saat membuka acara Nuzulul Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta (3/7/2015). Beliau mengatakan bahwa munculnya gerakan Lesbian Gay Biseksual dan Transgender atau LGBT dikarenakan ada orang yang tak bisa menjawab dua pertanyaan dalam hidup ini. Berikut kutipannya: “Pertanyaan pertama: ‘Tahukah kamu kenapa kamu dilahirkan?’. Pertanyaan kedua: ‘Kenapa kamu harus mati?’” bahwa dua pertanyaan tersebut tidak terjawab menyebabkan orang-orang Barat (Eropa) bingung cara menggunakan kemaluannya.“Manusia kalau tidak bisa menjawab pertanyaan pertama maka kelaminnya sendiri pun akan diubah,” ujarnya. Walah!
Sobat masih lanjut nih ceritanya…yuk nyimak! Kemudian beliau memberikan jawaban singkat namun pas, mau tau nggak? Yup, jawaban untuk soal pertama adalah ayat pertama surat al-‘Alaq: “Bacalah dengan nama Rabb-mu yang telah menciptakanmu” dalam artian setiap muslim harus menggunakan apa yang telah Allah berikan melalui cara-Nya bukan cara manusia. Inilah yang disebut manusiawi. Sedangkan jawaban soal kedua adalah al-Mulk ayat kedua: “(Allah) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya” ayat ini juga dapat menjawab soal pertama. Mumtadz, kena deh! Hayoo para pelaku atau pendukung LGBT mau nyari dalih apalagi untuk legalin aktivitas yang penuh laknat itu, Naudzubillah min dzalik!
So guys, LGBT tidak boleh dipandang sebagai kewajaran yang harus diterima dan dibiarkan aktivitasnya. Namun LGBT dan aktivitasnya harus dipandang sebagai bentuk penyimpangan dari fitrah penciptaan manusia dan merupakan kemaksiatan yang besar di sisi Allah SWT. Terlebih, praktek-praktek LGBT akan menyuburkan perzinaan dan sodomi yang dimurkai Allah SWT. Pada gilirannya aktivitas tersebut dipastikan akan merusak kelangsungan hidup manusia, menghancurkan keluarga, dan mengacaukan nasab. Idih, ngeri!
Karena secara fitrah, manusia diciptakan oleh Allah SWT berikut dengan dorongan jasmani dan nalurinya. Salah satu dorongan naluri adalah naluri melestarikan keturunan (gharizatu al na’u) yang diantara manifestasinya adalah rasa cinta dan dorongan seksual antara lawan jenis (pria dan wanita). Pandangan pria terhadap wanita begitu pun wanita terhadap pria adalah pandangan untuk melestarikan keturunan bukan pandangan seksual semata. Tujuan diciptakan naluri ini adalah untuk melestarikan keturunan dan hanya bisa dilakukan diantara pasangan suami istri. Bagaimana jadinya jika naluri melestarikan keturunan ini akan terwujud dengan hubungan sesama jenis? Dari sini jelas sekali bahwa homoseks bertentangan dengan fitrah manusia. Nah lho!
Maka udah jelaslah masalah LGBT ini hanya akan diselesaikan secara tuntas hingga akarnya ketika syariah Islam diterapkan dalam wadah Khilafah Islamiyah. Tentunya hal ini tidak bisa dijalankan dalam sistem demokrasi seperti sekarang karena justru sistem demokrasilah penyebab utama masalah LGBT ini dengan remaja sebagai sasarannya. Oleh karena itu, sobat youfi tidak bisa berdiam diri dengan fakta ini. Saatnya kita melakukan perubahan untuk mengubah fakta rusak ini dan berjalan sesuai dengan fitrah manusia. Untuk itu sobat youfi, marilah bersama memunculkan identitas diri yang sesuai dengan fitrah, sehingga tergerak untuk berjuang mengubah kondisi. Ok, let’s go!.
Saatnya bangkit guys, dengan mengkaji Islam secara kaffah dan tentunya memperjuangkan Islam dalam wadah Khilafah. Karena hanya Khilafah-lah satu-satunya institusi yang bisa menghentikan virus LGBT dan menuntaskan sampai keakar-akarnya. Tidakkah kita merindukan kondisi seperti ini? Jadi, LGBT? No Way! (Source : https://youngfaith.net/2016/03/back-to-fitrah/)
Oya, bro en sis ada juga nih kutipan menarik dari seorang Pimpinan ar- Rahman Qur’anic Learning (AQL) Center saat membuka acara Nuzulul Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta (3/7/2015). Beliau mengatakan bahwa munculnya gerakan Lesbian Gay Biseksual dan Transgender atau LGBT dikarenakan ada orang yang tak bisa menjawab dua pertanyaan dalam hidup ini. Berikut kutipannya: “Pertanyaan pertama: ‘Tahukah kamu kenapa kamu dilahirkan?’. Pertanyaan kedua: ‘Kenapa kamu harus mati?’” bahwa dua pertanyaan tersebut tidak terjawab menyebabkan orang-orang Barat (Eropa) bingung cara menggunakan kemaluannya.“Manusia kalau tidak bisa menjawab pertanyaan pertama maka kelaminnya sendiri pun akan diubah,” ujarnya. Walah!
Sobat masih lanjut nih ceritanya…yuk nyimak! Kemudian beliau memberikan jawaban singkat namun pas, mau tau nggak? Yup, jawaban untuk soal pertama adalah ayat pertama surat al-‘Alaq: “Bacalah dengan nama Rabb-mu yang telah menciptakanmu” dalam artian setiap muslim harus menggunakan apa yang telah Allah berikan melalui cara-Nya bukan cara manusia. Inilah yang disebut manusiawi. Sedangkan jawaban soal kedua adalah al-Mulk ayat kedua: “(Allah) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya” ayat ini juga dapat menjawab soal pertama. Mumtadz, kena deh! Hayoo para pelaku atau pendukung LGBT mau nyari dalih apalagi untuk legalin aktivitas yang penuh laknat itu, Naudzubillah min dzalik!
So guys, LGBT tidak boleh dipandang sebagai kewajaran yang harus diterima dan dibiarkan aktivitasnya. Namun LGBT dan aktivitasnya harus dipandang sebagai bentuk penyimpangan dari fitrah penciptaan manusia dan merupakan kemaksiatan yang besar di sisi Allah SWT. Terlebih, praktek-praktek LGBT akan menyuburkan perzinaan dan sodomi yang dimurkai Allah SWT. Pada gilirannya aktivitas tersebut dipastikan akan merusak kelangsungan hidup manusia, menghancurkan keluarga, dan mengacaukan nasab. Idih, ngeri!
Karena secara fitrah, manusia diciptakan oleh Allah SWT berikut dengan dorongan jasmani dan nalurinya. Salah satu dorongan naluri adalah naluri melestarikan keturunan (gharizatu al na’u) yang diantara manifestasinya adalah rasa cinta dan dorongan seksual antara lawan jenis (pria dan wanita). Pandangan pria terhadap wanita begitu pun wanita terhadap pria adalah pandangan untuk melestarikan keturunan bukan pandangan seksual semata. Tujuan diciptakan naluri ini adalah untuk melestarikan keturunan dan hanya bisa dilakukan diantara pasangan suami istri. Bagaimana jadinya jika naluri melestarikan keturunan ini akan terwujud dengan hubungan sesama jenis? Dari sini jelas sekali bahwa homoseks bertentangan dengan fitrah manusia. Nah lho!
Maka udah jelaslah masalah LGBT ini hanya akan diselesaikan secara tuntas hingga akarnya ketika syariah Islam diterapkan dalam wadah Khilafah Islamiyah. Tentunya hal ini tidak bisa dijalankan dalam sistem demokrasi seperti sekarang karena justru sistem demokrasilah penyebab utama masalah LGBT ini dengan remaja sebagai sasarannya. Oleh karena itu, sobat youfi tidak bisa berdiam diri dengan fakta ini. Saatnya kita melakukan perubahan untuk mengubah fakta rusak ini dan berjalan sesuai dengan fitrah manusia. Untuk itu sobat youfi, marilah bersama memunculkan identitas diri yang sesuai dengan fitrah, sehingga tergerak untuk berjuang mengubah kondisi. Ok, let’s go!.
Saatnya bangkit guys, dengan mengkaji Islam secara kaffah dan tentunya memperjuangkan Islam dalam wadah Khilafah. Karena hanya Khilafah-lah satu-satunya institusi yang bisa menghentikan virus LGBT dan menuntaskan sampai keakar-akarnya. Tidakkah kita merindukan kondisi seperti ini? Jadi, LGBT? No Way! (Source : https://youngfaith.net/2016/03/back-to-fitrah/)

Post a Comment
Post a Comment